TUGAS KAMPUS - ANALISIS PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN


ANALISIS PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN
BERPENGARUH TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
PADA PT ANUGRAHMANDIRI WATUKENCANA
Tugas Mandiri
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti
Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB6f4fEIACgXpZDwfweGVgvZcdn-5Uqfd0QLpr_5NqHoAKEUaWEb5QGMXSAUE41JPeay66684JhhanukbzHejLK9Bs_fhFKjp2JkgYajcn8R6Oy3PeHdwGjzx6bpg12k_s4Xpj4ncSvfIm/s1600/logo-unpam.jpg
Disusun Oleh :
Nama  : EKO HIDAYAT
N.I.M  : 2013122590
Kelas   : 01 SAKEV/D.305

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI STRATA SATU
UNIVERSITAS PAMULANG
2014


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

LEMBAR PERNYATAAN



Yang bertanda tangan di bawah ini,

N a m a            :   EKO HIDAYAT
N.I.M             :  2013122590
Program Studi :  Akuntansi Strata-1
Fakultas           :  Ekonomi
Judul Skripsi   : Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan dan
  Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada Perusaahaan
  Manufaktur di PT  Anugrahmandiri Watukencana

Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan Proposal Penelitian yang telah saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata di kemudian hari penulisan Proposal Penelitian ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia mempertanggungjawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan aturan tata tertib di Universitas Pamulang.

            Demikian, pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksakan dari pihak manapun.                                                    


                                                                                                Penulis, 06 Maret 2014

                                                                                   
                                                                                                           
                                                                                                      [ Eko Hidayat ]

 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Proposal Penelitian Untuk Penulisan Skripsi


ANALISIS PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN

(Pada Perusaahaan Manufaktur Di PT  Anugrahmandiri Watukencana)


Oleh:
Eko Hidayat
2013122590


Disetujui dan disahkan
Pada tanggal :………………………
Pembimbing



Agus Ika Wijaya


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ABSTRAK
This research was conducted to know investment production opportunity in the inventory variable, accounting profit variable, HPP variable, company’s siz, equity intensity and inventory intensity, and to know the effect of option the accounting inventory methods (FIFO) and average methods towards earning price ratio. Data taken from secondary data with using documentation methods and purposive sampling methods with 10 companies. Using sample manufacturing’s comp[any which listed in Jakarta Stock Exchange period 2001-2005. using data analysis Mann-Whitney and t-test, log regression and parametric test.
The result of univariat test indicated that just inventory intensity variability which using average inventory methods FIFO methods which has significant differences  

Keywords: Inventory Accounting Methods, FIFO, Weighted Average and Earning Price Ratio.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas mandiri tepat pada waktunya. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan Sunnah untuk keselamatan umat di dunia. Penulis sangat tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : ANALISIS PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN BERPENGARUH TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT ANUGRAHMANDIRI WATUKENCANA.
Tujuan tugas mandiri ini diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Program Studi Akuntansi Strata Satu Fakultas Ekonomi pada Universitas Pamulang.
Penulis menghadapi banyak hambatan dalam menyelesaikan tugas mandiri ini, tapi dengan semangat dan keingininan yang kuat serta mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas mandiri ini dengan baik. Oleh karena itu Penulis mengucapkan terimakasih kepada :
§  Bapak Agus Ika Wijaya selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia,
§  Orang tua yang selalu memberikan do’a dan motivasi,
§  Yudi Adha dan Ahmad Syukron yang selalu memberikan semangat dan nasehat,
§  Segenap pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung.




Penulis menyimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan dalam Penulisan tugas mandiri ini, maka dari itu Penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari Pembaca guna kesempurnaan tugas mandiri ini. Semoga tugas mandiri ini bermanfaat bagi Penulis dan Pembaca pada umumnya.

Pamulang,    Maret 2014


Penulis


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL   ……………………………………………………………………….
i
KATA PENGANTAR   ……………………………………………………………………...
ii
DAFTAR ISI   ………………………………………………………………………………..
iv
BAB I     PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang dan Masalah   ………………………………………………..
B.  Tujuan dan Kegunaan Penelitian   ……………………………………………
C.  Rumusan Masalah ……………………………………………………………
D.  Hipotesa   ……………………………………………………………………..
E.   Sistematika Penulisan   ……………………………………………………….

1
5
6
6
7
BAB II    TINJAUAN PUSTAKA

BAB III  METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV  KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Persediaan merupakan salah satu aktiva yang mempunyai nilai yang cukup besar. Persediaan juga akan mempengaruhi neraca maupun laporan laba /rugi, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur. Oleh karena itu persediaan barang yang dimiliki selama satu periode harus dapat dipisahkan mana yang dapat dibebankan sebagai biaya (Harga Pokok Penjualan) yang akan dilaporkan dalam laporan laba/rugi dan mana yang masih belum terjual yang akan menjadi persediaan dalam neraca.
Salah satu alasan dipilihnya metode akuntansi persediaan oleh perusahaan adalah untuk memenuhi keinginan para investor yang berkaitan dengan market value perusahaan, sehingga dalam memilih metode tersebut akan memberikan pada tingkat return yang diharapkan investor.
Pemilihan metode akuntansi persediaan akan mempengaruhi Laporan Keuangan perusahaan. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Dhaliwal et al, dalam Muklasin, 2002) menyatakan bahwa terdapat perbedaan Earning Price Ratio yang signifikan antara perusahaan yang mengadopsi LIFO dengan perusahaan yang mengadopsi Non-LIFO. Jika perusahaan mengadopsi LIFO maka akan menghasilkan Earning Price Ratio yang lebih rendah dibandingkan jika perusahaan tesebut mengadopsi metode FIFO. 3
Penggunaan metode-metode arus biaya persediaan di atas berpengaruh terhadap penentuan harga pokok barang yang tersedia dijual dan jumlah persediaan akhir. Dalam periode di mana terdapat kenaikan harga, metode FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih besar. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit yang lebih rendah dari unit yang pertama kali dibeli. Untuk manajemen, laba yang lebih tinggi merupakan sebuah keuntungan. Ini terjadi karena pihak eksternal melihat perusahaan lebih menguntungkan. Selain itu jika bonus manajemen berdasarkan pada laba bersih, maka FIFO akan memberikan dasar untuk bonus yang lebih tinggi.
Menggunakan metode rata-rata tertimbang menghasilkan laba yang lebih rendah dari metode FIFO akan tetapi lebih tinggi dari metode LIFO. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit rata-rata yang mengkombinasikan biaya tinggi dan rendah dan menghasilkan biaya rata-rata.
Sedangkan menggunakan metode LIFO dalam keadaan kenaikan harga menyebabkan perusahaan menghindari untuk melaporkan laba di atas kertas atau laba bayangan sebagai keuntungan ekonomis.
Berdasarkan pengaruh penggunaan metode arus biaya terhadap laba yang diperoleh perusahaan, maka menggunakan metode FIFO pada saat terjadinya kenaikan harga menghasilkan keuntungan fiktif. Hal ini terjadi karena laba yang dilaporkan dengan menggunakan metode FIFO adalah merupakan penjumlahan dari dua komponen laba yaitu laba ekonomi (economic profit) dan laba kepemilikan (holding gain).
Pemilihan metode akuntansi persediaan di Indonesia mengacu pada PSAK 14 (IAI, 2004) yang menyatakan bahwa diberlakukannya tiga metode akuntansi persediaan yaitu First In First Out (FIFO), rata-rata tertimbang (Weighted Average), dan Last In First Out (LIFO). Namun UU Perpajakan Indonesia No.7 tahun 1983 Jo UU No.10 tahun 1994 tentang pajak penghasilan hanya mengakui metode FIFO dan Weighted Average.
Pemilihan metode akuntansi persediaan akan mempengaruhi Laporan Keuangan perusahaan. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Dhaliwal et al, dalam Muklasin, 2002) menyatakan bahwa terdapat perbedaan Earning Price Ratio yang signifikan antara perusahaan yang mengadopsi LIFO dengan perusahaan yang mengadopsi Non-LIFO.


Berdasarkan latar belakang diatas, maka Penulis sangat tertarik untuk melakukan peneletian dengan judul : “Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan Pada PT Anugrahmandiri Watukencana.
B.       Tujuan dan Kegunaan Penelitian
a.     Tujuan Penelitian
a)    Untuk mengetahui Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan
b)   Untuk membuktikan Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan
c)    Untuk melihat sejauhmana Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan
d)   Untuk mengalanisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan
b.    Kegunaan Penelitian
a)       Kegunaan Penelitian Bagi Penulis
§  Untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester 1 maka kuliah Bahasa Indonesia.
§  Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dalam bidang keuangan.
§   Untuk membandingkan teori yang pernah Penulis dapatkan selama perkuliahan dengan kondisi sesungguhnya yang ada di lapangan.
b)      Kegunaan Penelitian Bai Perguruan Tinggi Universitas Pamulang
§   Sebagai masukan yang bermanfaat bagi semua civitas akademik, khusunya rekan mahasiswa dalam meningkatkan pembendaharaan ilmu pengethuan yang berkaitan dengan Analisi Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan Pada Perusahaan.
§   Untuk memperluas wawasan berfikir dalam mengenbangkan ilmu pengetahuan, dengan data yang diperoleh Penulis.
c)      Kegunaan Penelitian Bagi Perusahaan
§   Untuk memberikan masukan berupa informasi terhadap pihak manajemen PT ANUGRAHMANDIRI WATUKENCANA.

C.      Rumusan Masalah
a.         Apakah Pemilihan Metode Akuntansi Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan ?
b.         Bagaimanakah pengaruh Pemilihan Metode Akuntansi Terhadap Laporan Keuangan ?
c.         Seberapa Besar pengaruh Pemilihan Metode Akuntansi Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan ?
d.        Kenapa Pemilihan Metode Akuntansi Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan ?
D.      Hipotesa
Menurut Sugiono (2010:96) hipotesa adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Karena sifatnya masih sementara, maka perlu dibuktikan kebenarannya melalui data emperis yang terkumpul.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas (x) disebut Independen, dan variabel terkait (y) disebut Dependen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan, sedangkan variabel terkait yang digunakan adalah Laporan Keuangan.
Berdasarkan pada penelitian terdahulu dan tinjauan pustaka, maka disusun suatu hipotesis sebagai berikut:
H1  :   Variabilitas pesediaan, variabilitas laba akuntansi, variabilitas harga pokok penjualan, ukuran perusahaan, intensitas modal, intensitas persediaan berpengaruh signifikan ,
H2  :    Pemilihan metode akuntansi persediaan berpengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.







Dalam penyusunan proposal penelitan ini terdiri dari hal – hal yang saling berkaitan antara BAB I sampai dengan BAB  III yang memuat beberapa isi sebagai berikut:
BAB I   Pendahuluan
Membahas tentang latar belakang masalah, Rumusan masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan
BAB II  Pembahasan
Membahas tentang Pengertian Persediaan, Sistem Pencatatan Persediaan, Metode Penilaian Persediaan, Metode Harga Pokok, Pengaruh Metode Arus Biaya Terhadap Laporan Laba/Rugi. Pengaruh Ausumsi Pemilihan Metode Persediaan terhadap Laporan Keuangan
BAB III   Kesimpulan dan Saran
BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Persediaan
Menurut Kieso dan Weygandt (1995:491) Persediaan adalah pos harta yang ditahan untuk dijual dalam kegiatan usaha yang biasa atau barang yang dikonsumsi dalam produksi barang yang akan dijual.
Menurut Radiks Purba (1995:159) dilihat dari segi neraca, persediaan adalah barang atau bahan yang masih tersedia pada tanggal neraca, yang dapat segera dijual atau digunakan (dikonsumsi) atau diolah dahulu (manufaktur) kemudian dijual.
Menurut IAI (2004) pesediaan adalah aktiva:tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan, dan dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.
Sedangkan menurut F.X. Sudarsono (1996:106) Persediaan adalah suatu jenis aktiva atau barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau badan usaha (saat) tertentu, yang akan dijual kembali atau akan dikonsumsi (dipakai) dalam operasi normal perusahaan.
Dalam definisinya yang tradisional, persediaan merupakan aktiva lancar, karena persediaan biasanya akan diubah menjadi kas atau aktiva lainnya dalam siklus operasi perusahaan. Sifat barang yang diklasifikasikan sebagai persediaan sangat bervariasi menurut sifat aktivitas perusahaan, dan dalam beberapa hal meliputi aktiva yang biasanya tidak dianggap sebagai persediaan.
Persediaan biasanya dianggap sama dengan stok barang dagang, meskipun perhitungan akuntansi untuk arus barang dagangan biasanya dianggap lebih penting. penilaian stok barang akan terpengaruhi oleh perbandingan nilai-nilai input dengan pendapatan untuk periode sebelum tanggal neraca, dan juga bisa terpengaruh oleh proses perbandingan selama periode sebelumnya.
B.      Sistem Pencatatan Persediaan
2.B.1.     Sistem Fisik (Physical Inventory System)
Sistem persediaan fisik atau periodik adalah sistem dimana harga pokok penjualan dihitung secara periodik dengan mengandalkan semata-mata pada perhitungan fisik tanpa menyelenggarakan catatan hari ke hari atas unit yang terjual atau yang ada ditangan. Sistem fisik digunakan untuk menentukan jumlah kuantitas persediaan barang dan dilakukan pada akhir periode akuntansi.
Ciri-ciri sistem fisik atau periodik adalah sebagai berikut :
  • Pemasukan dan pengeluaran persediaan tidak dicatat dan tidak diperhitungkan dalam  suatu catatan tertentu.
  • Pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening pembelian bukan persediaan barang.
  • Perhitungan persediaan akhir sekaligus digunakan untuk perhitungan harga pokok penjualan dengan menggunakan jurnal penyesuaian.
Sistem ini cukup sederhana dan mudah diterapkan, tetapi kurang baik untuk pengawasan persediaan, karena kekurangan persediaan yang hilang tidak dapat dideteksi dan manajemen tidak memiliki alat untuk mengetahui jumlah persediaan setiap saat.
2.B.2.     Sistem Perpetual (Perpetual Inventory System)
Sistem persediaan perpetual adalah suatu sistem yang menyelenggarakan pencatatan terus-menerus yang menelusuri persediaan dan harga pokok penjualan atas dasar harian. Perkiraan persediaan didukung dalam kartu-kartu pembantu persediaan (kartu persediaan). Kartu persediaan digunakan untuk mencatat transaksi setiap jenis persediaan, memuat nama barang, tempat penyimpanan barang, kode barang dan kolom-kolom yang dipakai untuk mencatat transaksi adalah tanggal, pembelian (pemasukan), penjualan (pengeluaran) dan sisa atau saldo persediaan.
Ciri-ciri pengelolaan persediaan dengan sistem perpetual adalah sebagai berikut :
ü  Setiap terjadi pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening persediaan barang.
ü  Setiap terjadi pengeluaran barang (penjualan) dicatat mengkredit persediaan sejumlah harga pokok penjualan.
ü  Setiap saat dapat diketahui jumlah kuantitas sisa atau saldo persediaan.
Sistem perpetual memudahkan dalam penyusunan neraca dan laporan perhitungan laba rugi karena penentuan persediaan akhir tidak perlu lagi menghitung fisiknya tetapi perhitungan fisiknya tetap dilakukan untuk tujuan pengawasan terhadap persediaan barang.
C.     Metode Harga Pokok
2.C.1.    Metode Identifikasi Khusus
Metode harga pokok yang didasarkan atas metode identifikasi khusus adalah suatu metode penilaian harga yang didasarkan atas nilai perolehan dari barang yang sesungguhnya. Penggunaan metode ini biasanya dipakai untuk barang yang tidak banyak unitnya (kuantitasnya) dan harganya pun cukup mahal.
2.C.2.    Metode Rata-rata (Average Method)
Metode harga pokok rata-rata adalah suatu metode penilaian persediaan yang didasari atas harga rata-rata dalam periode yang bersangkutan. Besar kecilnya nilai persediaan yang masih ada dan harga pokok barang yang dijual.
2.C.3.    Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First In First Out)
Metode First In First Out (FIFO) adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang pertama kali masuk diasumsikan keluar pertama kali pula. Pada umumnya perusahaan menggunakan metode ini, sebab metode ini perhitungannya sangat sederhana baik sistem fisik maupun sistem perpetual akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama.
2.C.4.    Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last In First Out)
Metode Last In First Out (LIFO) adalah metode penilaian persediaan yang terakhir masuk diasumsikan akan keluar atau dijual pertama kali. Metode ini memiliki konsep yang cukup sederhana namun sulit dilaksanakan. Pengaruh penggunaan metode LIFO terhadap penentuan laba bersih usaha, jika harga cenderung naik maka laba perusahaan terlalu kecil atau sebaliknya.
Metode LIFO secara sistem fisik ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang masuk pada awal periode bila saldo fisik ternyata lebih besar dari barang yang masuk pada awal periode maka diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk berikutnya. Sedangkan dengan sistem perpetual, setiap kali ada transaksi baik pembelian maupun penjualan dicatat dalam kartu persediaan.

D.     Pengaruh Metode Arus Biaya Terhadap Laporan Laba/Rugi
Penggunaan metode-metode arus biaya persediaan di atas berpengaruh terhadap penentuan harga pokok barang yang tersedia dijual dan jumlah persediaan akhir. Dalam periode di mana terdapat kenaikan harga, metode FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih besar. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit yang lebih rendah dari unit yang pertama kali dibeli. Untuk manajemen, laba yang lebih tinggi merupakan sebuah keuntungan. Ini terjadi karena pihak eksternal melihat perusahaan lebih menguntungkan. Selain itu jika bonus manajemen berdasarkan pada laba bersih, maka FIFO akan memberikan dasar untuk bonus yang lebih tinggi.
Menggunakan metode rata-rata tertimbang menghasilkan laba yang lebih rendah dari metode FIFO akan tetapi lebih tinggi dari metode LIFO. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit rata-rata yang mengkombinasikan biaya tinggi dan rendah dan menghasilkan biaya rata-rata.
Sedangkan menggunakan metode LIFO dalam keadaan kenaikan harga menyebabkan perusahaan menghindari untuk melaporkan laba di atas kertas atau laba bayangan sebagai keuntungan ekonomis.
Berdasarkan pengaruh penggunaan metode arus biaya terhadap laba yang diperoleh perusahaan, maka menggunakan metode FIFO pada saat terjadinya kenaikan harga menghasilkan keuntungan fiktif. Hal ini terjadi karena laba yang dilaporkan dengan menggunakan metode FIFO adalah merupakan penjumlahan dari dua komponen laba yaitu laba ekonomi (economic profit) dan laba kepemilikan (holding gain).
Laba ekonomi adalah mengaitkan jumlah yang terjual dikalikan dengan selisih antara harga jual dan biaya penggantian persediaan. Sedangkan laba kepemilikan merupakan kenaikan pada biaya penggantian karena persediaan telah diperoleh dan sama dengan jumlah unit terjual dikali dengan selisih biaya penggantian terkini dengan biaya perolehan awal.

E.      Pengaruh Asumsi Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Terhadap  Laporan Keuangan.
Cost Flow
Neraca
Rugi/Laba
FIFO
Menggambarkan nilai yang mendekati harga pasar (harga yang bisa direalisir)
Menggambarkan harga pokok penjualan yang tidak sebanding dengan harga pasar. Dalam hal ini laba dinilai terlalu besar
LIFO
Menggambarkan nilai persediaan yang terlalu kecil
Menggambarkan harga pokok penjualan yang mendekati harga pasar. Dalam hal ini laba dinilai wajar
Average
Menggambarkan nilai persediaan yang terlalu kecil tetapi lebih besar daripada LIFO
Menggambarkan harga pokok penjualan yang mendekati harga pasar, tetapi lebih kecil daripada LIFO. Dalam hal ini laba dinilai lebih besar daripada LIFO, tetapi lebih kecil dari FIFO











BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Metode yang digunakan  dalam perusahaan dalam penilaian persediaan sebaiknya menggunakan metode FIFO dan metode pencatatan yang dilakukan perusahaan adalah metode PERPETUAL. Kami sebagai penulis menilai bahwa dalam metode FIFO harga pokok persediaan akan dibebankan sesuai urutan terjadinya transaksi  sehingga memudahkan kita untuk mengetahui dan mengecek laporan keungan selain itu laba yang dihasilkan akan lebih besar dan nilai persediaan dinilai menurut harga pokok sekarang sehingga disaat harga barang cenderung naik turun, nilai persediaan akhir akan tetap konsisten seperti awal dan tidak ada kemungkinan terjadinya manipulasi. Selain itu juga memperkecil biaya pemeliharaan gudang, produk tidak cepat rusak dan barang yang lebih dahulu masuk lebih dahulu keluar.
Penggunaan metode FIFO pada masa inflasi akan menghasilkan laba bersih yang tinggi. Namun ada yang berpendapat bahwa pemakaian metode FIFO di masa inflasi akan menghasilakan laba semu. Oleh karena itu, penggunaan metode LIFO lebih dianjurkan.
Perhitungan laba bersih dengan metode LIFO akan menghasilkan pajak penghasilan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan metode FIFO maupun metode rata-rata. Hal tersebut disebabkan karena pada penggunaan metode LIFO laba yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan metode FIFO.

3.2  Saran
Agar lebih baik dari penelitian ini, maka peneliti selanjutnya diharapkan: periode penelitian lebih dari 5 tahun sehingga hasil yang didapat nanti akan lebih signifikan, sebab periode yang panjang akan menjelaskan variabilitas data yang sesungguhnya dan memperluas lingkup pengambilan data dengan memasukkan data primer baik secara langsung ataupun melalui penyebaran kuisioner dengan tujuan untuk menggali faktor-faktor non keuangan yang mempengaruhi pemilihan metode akuntansi persediaan dan membandingkannya dengan hasil penelitian.
Selain itu penelitian tentang metode akuntansi persediaan akan lebih baik jika dilakukan hanya pada masa perubahan harga saja. Hal ini agar didapat data perbedaan atau pengaruh yang jelas atas perbedaan metode persediaan. Dan variabel atau proksi variabel yang diteliti sebaiknya dikombinasikan jangan hanya karakteristik perusahaan untuk tujuan meminimalisasi pajak, tetapi lebih baik dikombinasikan dengan variabel lain yang berlatar belakang teori agensi misalnya bonus dan struktur modal perusahaan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Komentar

Posting Komentar

Mohon untuk tidak komentar yang macam-macam karena kalian adalah orang yang bijak dan berpendidikan

Postingan populer dari blog ini

Tata cara pengambilan data sekunder dari IDX untuk Skripsi

PENELITIAN DAN WAWANCARA USAHA KECIL MENENGAH “ PADA WARUNG MAKAN SOTO SAUNG KURING “

SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA