TUGAS KAMPUS - ANALISIS PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN
ANALISIS PEMILIHAN METODE AKUNTANSI
PERSEDIAAN
BERPENGARUH TERHADAP LAPORAN
KEUANGAN
PADA PT ANUGRAHMANDIRI WATUKENCANA
Tugas Mandiri
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti
Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

Disusun Oleh :
Nama : EKO HIDAYAT
N.I.M : 2013122590
Kelas : 01 SAKEV/D.305
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI STRATA SATU
UNIVERSITAS PAMULANG
2014
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LEMBAR PERNYATAAN
Yang
bertanda tangan di bawah ini,
N a m a : EKO
HIDAYAT
N.I.M :
2013122590
Program Studi : Akuntansi Strata-1
Fakultas : Ekonomi
Judul Skripsi :
Analisis
Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan dan
Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada
Perusaahaan
Manufaktur di PT Anugrahmandiri Watukencana
Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan Proposal
Penelitian yang telah saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan benar
keasliannya. Apabila ternyata di kemudian hari penulisan Proposal Penelitian ini
merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya
bersedia mempertanggungjawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan
aturan tata tertib di Universitas Pamulang.
Demikian, pernyataan ini saya buat
dalam keadaan sadar dan tidak ada paksakan dari pihak manapun.
Penulis, 06 Maret 2014
[
Eko Hidayat ]
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Proposal Penelitian Untuk Penulisan Skripsi
ANALISIS PEMILIHAN METODE
AKUNTANSI PERSEDIAAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
(Pada Perusaahaan Manufaktur Di PT Anugrahmandiri Watukencana)
Oleh:
Eko
Hidayat
2013122590
Disetujui
dan disahkan
Pada
tanggal :………………………
Pembimbing
Agus
Ika Wijaya
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ABSTRAK
This research was conducted to know investment
production opportunity in the inventory variable, accounting profit variable,
HPP variable, company’s siz, equity intensity and inventory intensity, and to
know the effect of option the accounting inventory methods (FIFO) and average
methods towards earning price ratio. Data taken from secondary data with using
documentation methods and purposive sampling methods with 10 companies. Using
sample manufacturing’s comp[any which listed in Jakarta Stock Exchange period
2001-2005. using data analysis Mann-Whitney and t-test, log regression and
parametric test.
The result of univariat test indicated that just
inventory intensity variability which using average inventory methods FIFO
methods which has significant differences
Keywords: Inventory Accounting
Methods, FIFO, Weighted Average and Earning Price Ratio.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat
serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga Penulis
dapat menyelesaikan tugas mandiri tepat pada waktunya. Kemudian shalawat
beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan
pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan Sunnah untuk keselamatan umat di dunia. Penulis
sangat tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : ANALISIS PEMILIHAN
METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN BERPENGARUH TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT
ANUGRAHMANDIRI WATUKENCANA.
Tujuan tugas mandiri ini diajukan untuk memenuhi syarat
mengikuti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Program Studi
Akuntansi Strata Satu Fakultas Ekonomi pada Universitas Pamulang.
Penulis
menghadapi banyak hambatan dalam menyelesaikan tugas mandiri ini, tapi dengan
semangat dan keingininan yang kuat serta mendapatkan bimbingan dari berbagai
pihak sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas mandiri ini dengan baik. Oleh
karena itu Penulis mengucapkan terimakasih kepada :
§ Bapak Agus Ika Wijaya selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia,
§ Orang tua yang selalu memberikan do’a dan motivasi,
§ Yudi Adha dan Ahmad Syukron yang selalu memberikan semangat dan
nasehat,
§ Segenap pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Penulis menyimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan dalam Penulisan
tugas mandiri ini, maka dari itu Penulis mengharapkan kritik dan saran yang
konstruktif dari Pembaca guna kesempurnaan tugas mandiri ini. Semoga tugas
mandiri ini bermanfaat bagi Penulis dan Pembaca pada umumnya.
Pamulang, Maret
2014
Penulis
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ……………………………………………………………………….
|
i
|
KATA
PENGANTAR ……………………………………………………………………...
|
ii
|
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………..
|
iv
|
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang dan Masalah ………………………………………………..
B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ……………………………………………
C. Rumusan Masalah
……………………………………………………………
D. Hipotesa ……………………………………………………………………..
E.
Sistematika Penulisan ……………………………………………………….
|
1
5
6
6
7
|
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
|
|
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
|
|
DAFTAR PUSTAKA
|
|
DAFTAR LAMPIRAN
|
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Persediaan merupakan salah satu aktiva yang
mempunyai nilai yang cukup besar. Persediaan juga akan mempengaruhi neraca
maupun laporan laba /rugi, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan
manufaktur. Oleh karena itu persediaan barang yang dimiliki selama satu periode
harus dapat dipisahkan mana yang dapat dibebankan sebagai biaya (Harga Pokok
Penjualan) yang akan dilaporkan dalam laporan laba/rugi dan mana yang masih
belum terjual yang akan menjadi persediaan dalam neraca.
Salah satu alasan dipilihnya metode akuntansi
persediaan oleh perusahaan adalah untuk memenuhi keinginan para investor yang
berkaitan dengan market value perusahaan, sehingga dalam memilih metode
tersebut akan memberikan pada tingkat return yang diharapkan investor.
Pemilihan metode akuntansi persediaan akan
mempengaruhi Laporan Keuangan perusahaan. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Dhaliwal
et al, dalam Muklasin, 2002) menyatakan bahwa terdapat perbedaan Earning Price
Ratio yang signifikan antara perusahaan yang mengadopsi LIFO dengan perusahaan
yang mengadopsi Non-LIFO. Jika perusahaan mengadopsi LIFO maka akan
menghasilkan Earning Price Ratio yang lebih rendah dibandingkan jika perusahaan
tesebut mengadopsi metode FIFO. 3
Penggunaan metode-metode arus biaya
persediaan di atas berpengaruh terhadap penentuan harga pokok barang yang
tersedia dijual dan jumlah persediaan akhir. Dalam periode di mana terdapat
kenaikan harga, metode FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih besar. Hal ini
terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya
unit yang lebih rendah dari unit yang pertama kali dibeli. Untuk manajemen, laba
yang lebih tinggi merupakan sebuah keuntungan. Ini terjadi karena pihak
eksternal melihat perusahaan lebih menguntungkan. Selain itu jika bonus
manajemen berdasarkan pada laba bersih, maka FIFO akan memberikan dasar untuk
bonus yang lebih tinggi.
Menggunakan metode rata-rata
tertimbang menghasilkan laba yang lebih rendah dari metode FIFO akan tetapi
lebih tinggi dari metode LIFO. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang
dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit rata-rata yang
mengkombinasikan biaya tinggi dan rendah dan menghasilkan biaya rata-rata.
Sedangkan menggunakan metode LIFO
dalam keadaan kenaikan harga menyebabkan perusahaan menghindari untuk
melaporkan laba di atas kertas atau laba bayangan sebagai keuntungan ekonomis.
Berdasarkan pengaruh penggunaan
metode arus biaya terhadap laba yang diperoleh perusahaan, maka menggunakan
metode FIFO pada saat terjadinya kenaikan harga menghasilkan keuntungan fiktif.
Hal ini terjadi karena laba yang dilaporkan dengan menggunakan metode FIFO
adalah merupakan penjumlahan dari dua komponen laba yaitu laba ekonomi
(economic profit) dan laba kepemilikan (holding gain).
Pemilihan metode akuntansi persediaan di Indonesia
mengacu pada PSAK 14 (IAI, 2004) yang menyatakan bahwa diberlakukannya tiga
metode akuntansi persediaan yaitu First In First Out (FIFO), rata-rata
tertimbang (Weighted Average), dan Last In First Out (LIFO). Namun UU
Perpajakan Indonesia No.7 tahun 1983 Jo UU No.10 tahun 1994 tentang pajak
penghasilan hanya mengakui metode FIFO dan Weighted Average.
Pemilihan metode akuntansi persediaan akan
mempengaruhi Laporan Keuangan perusahaan. Hal ini sesuai dengan pernyataan
(Dhaliwal et al, dalam Muklasin, 2002) menyatakan bahwa terdapat perbedaan
Earning Price Ratio yang signifikan antara perusahaan yang mengadopsi LIFO
dengan perusahaan yang mengadopsi Non-LIFO.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka Penulis
sangat tertarik untuk melakukan peneletian dengan judul : “Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap
Laporan keuangan Pada PT Anugrahmandiri Watukencana.
B.
Tujuan dan
Kegunaan Penelitian
a.
Tujuan
Penelitian
a)
Untuk mengetahui Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh
Terhadap Laporan keuangan
b) Untuk
membuktikan Pemilihan Metode
Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan
c) Untuk melihat sejauhmana Pemilihan Metode Akuntansi
Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan
d) Untuk mengalanisis Pemilihan Metode Akuntansi
Persediaan Berpengarauh Terhadap Laporan keuangan
b. Kegunaan
Penelitian
a) Kegunaan
Penelitian Bagi Penulis
§ Untuk
dapat mengikuti Ujian Akhir Semester 1 maka kuliah Bahasa Indonesia.
§ Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dalam bidang keuangan.
§ Untuk
membandingkan teori yang pernah Penulis dapatkan selama perkuliahan dengan
kondisi sesungguhnya yang ada di lapangan.
b) Kegunaan
Penelitian Bai Perguruan Tinggi Universitas Pamulang
§ Sebagai
masukan yang bermanfaat bagi semua civitas akademik, khusunya rekan mahasiswa
dalam meningkatkan pembendaharaan ilmu pengethuan yang berkaitan dengan Analisi
Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan
Pada Perusahaan.
§ Untuk
memperluas wawasan berfikir dalam mengenbangkan ilmu pengetahuan, dengan data
yang diperoleh Penulis.
c) Kegunaan
Penelitian Bagi Perusahaan
§ Untuk
memberikan masukan berupa informasi terhadap pihak manajemen PT ANUGRAHMANDIRI
WATUKENCANA.
C.
Rumusan
Masalah
a.
Apakah Pemilihan Metode Akuntansi
Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan ?
b.
Bagaimanakah pengaruh Pemilihan Metode
Akuntansi Terhadap Laporan Keuangan ?
c.
Seberapa Besar pengaruh Pemilihan Metode
Akuntansi Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan ?
d.
Kenapa Pemilihan Metode Akuntansi
Berpengaruh Terhadap Laporan Keuangan ?
D.
Hipotesa
Menurut Sugiono (2010:96) hipotesa
adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Karena sifatnya masih
sementara, maka perlu dibuktikan kebenarannya melalui data emperis yang
terkumpul.
Variabel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah variabel bebas (x) disebut Independen, dan variabel
terkait (y) disebut Dependen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan, sedangkan variabel terkait yang
digunakan adalah Laporan Keuangan.
Berdasarkan pada
penelitian terdahulu dan tinjauan pustaka, maka disusun suatu hipotesis sebagai
berikut:
H1 :
Variabilitas pesediaan, variabilitas laba akuntansi, variabilitas harga
pokok penjualan, ukuran perusahaan, intensitas modal, intensitas persediaan
berpengaruh signifikan ,
H2 : Pemilihan
metode akuntansi persediaan berpengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.
Dalam penyusunan proposal penelitan ini terdiri dari hal – hal yang saling berkaitan antara BAB I sampai dengan BAB III yang memuat beberapa isi sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Membahas tentang latar belakang masalah, Rumusan masalah,
tujuan penulisan dan sistematika penulisan
BAB II Pembahasan
Membahas tentang Pengertian Persediaan, Sistem Pencatatan Persediaan, Metode
Penilaian Persediaan, Metode Harga Pokok, Pengaruh Metode Arus Biaya Terhadap
Laporan Laba/Rugi.
Pengaruh
Ausumsi Pemilihan Metode Persediaan terhadap Laporan Keuangan
BAB III Kesimpulan dan Saran
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Persediaan
Menurut Kieso dan Weygandt
(1995:491) Persediaan adalah pos harta yang ditahan untuk dijual dalam kegiatan
usaha yang biasa atau barang yang dikonsumsi dalam produksi barang yang akan
dijual.
Menurut Radiks Purba (1995:159)
dilihat dari segi neraca, persediaan adalah barang atau bahan yang masih
tersedia pada tanggal neraca, yang dapat segera dijual atau digunakan
(dikonsumsi) atau diolah dahulu (manufaktur) kemudian dijual.
Menurut
IAI (2004) pesediaan adalah aktiva:tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha
normal, dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan, dan dalam bentuk bahan
atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau
pemberian jasa.
Sedangkan menurut F.X. Sudarsono
(1996:106) Persediaan adalah suatu jenis aktiva atau barang yang dimiliki oleh
suatu perusahaan atau badan usaha (saat) tertentu, yang akan dijual kembali
atau akan dikonsumsi (dipakai) dalam operasi normal perusahaan.
Dalam
definisinya yang tradisional, persediaan merupakan aktiva lancar, karena persediaan
biasanya akan diubah menjadi kas atau aktiva lainnya dalam siklus operasi
perusahaan. Sifat barang yang diklasifikasikan sebagai persediaan sangat
bervariasi menurut sifat aktivitas perusahaan, dan dalam beberapa hal meliputi
aktiva yang biasanya tidak dianggap sebagai persediaan.
Persediaan
biasanya dianggap sama dengan stok barang dagang, meskipun perhitungan
akuntansi untuk arus barang dagangan biasanya dianggap lebih penting. penilaian
stok barang akan terpengaruhi oleh perbandingan nilai-nilai input dengan
pendapatan untuk periode sebelum tanggal neraca, dan juga bisa terpengaruh oleh
proses perbandingan selama periode sebelumnya.
B.
Sistem Pencatatan Persediaan
2.B.1.
Sistem
Fisik (Physical Inventory System)
Sistem
persediaan fisik atau periodik adalah sistem dimana harga pokok penjualan
dihitung secara periodik dengan mengandalkan semata-mata pada perhitungan fisik
tanpa menyelenggarakan catatan hari ke hari atas unit yang terjual atau yang
ada ditangan. Sistem fisik digunakan untuk menentukan jumlah kuantitas
persediaan barang dan dilakukan pada akhir periode akuntansi.
Ciri-ciri
sistem fisik atau periodik adalah sebagai berikut :
- Pemasukan dan pengeluaran persediaan tidak dicatat dan tidak diperhitungkan dalam suatu catatan tertentu.
- Pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening pembelian bukan persediaan barang.
- Perhitungan persediaan akhir sekaligus digunakan untuk perhitungan harga pokok penjualan dengan menggunakan jurnal penyesuaian.
Sistem ini cukup sederhana dan mudah
diterapkan, tetapi kurang baik untuk pengawasan persediaan, karena kekurangan
persediaan yang hilang tidak dapat dideteksi dan manajemen tidak memiliki alat
untuk mengetahui jumlah persediaan setiap saat.
2.B.2. Sistem Perpetual (Perpetual
Inventory System)
Sistem persediaan perpetual adalah
suatu sistem yang menyelenggarakan pencatatan terus-menerus yang menelusuri
persediaan dan harga pokok penjualan atas dasar harian. Perkiraan persediaan
didukung dalam kartu-kartu pembantu persediaan (kartu persediaan). Kartu
persediaan digunakan untuk mencatat transaksi setiap jenis persediaan, memuat
nama barang, tempat penyimpanan barang, kode barang dan kolom-kolom yang
dipakai untuk mencatat transaksi adalah tanggal, pembelian (pemasukan),
penjualan (pengeluaran) dan sisa atau saldo persediaan.
Ciri-ciri pengelolaan persediaan
dengan sistem perpetual adalah sebagai berikut :
ü Setiap terjadi pembelian barang
dicatat dengan mendebit rekening persediaan barang.
ü Setiap terjadi pengeluaran barang
(penjualan) dicatat mengkredit persediaan sejumlah harga pokok penjualan.
ü Setiap saat dapat diketahui jumlah
kuantitas sisa atau saldo persediaan.
Sistem perpetual memudahkan dalam
penyusunan neraca dan laporan perhitungan laba rugi karena penentuan persediaan
akhir tidak perlu lagi menghitung fisiknya tetapi perhitungan fisiknya tetap
dilakukan untuk tujuan pengawasan terhadap persediaan barang.
C.
Metode Harga Pokok
2.C.1. Metode
Identifikasi Khusus
Metode harga pokok yang didasarkan
atas metode identifikasi khusus adalah suatu metode penilaian harga yang
didasarkan atas nilai perolehan dari barang yang sesungguhnya. Penggunaan
metode ini biasanya dipakai untuk barang yang tidak banyak unitnya
(kuantitasnya) dan harganya pun cukup mahal.
2.C.2.
Metode Rata-rata (Average Method)
Metode harga pokok rata-rata adalah
suatu metode penilaian persediaan yang didasari atas harga rata-rata dalam
periode yang bersangkutan. Besar kecilnya nilai persediaan yang masih ada dan
harga pokok barang yang dijual.
2.C.3. Metode
Masuk Pertama Keluar Pertama (First In First Out)
Metode First In First Out (FIFO)
adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang pertama kali
masuk diasumsikan keluar pertama kali pula. Pada umumnya perusahaan menggunakan
metode ini, sebab metode ini perhitungannya sangat sederhana baik sistem fisik
maupun sistem perpetual akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama.
2.C.4. Metode
Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last In First Out)
Metode Last In First Out (LIFO)
adalah metode penilaian persediaan yang terakhir masuk diasumsikan akan keluar
atau dijual pertama kali. Metode ini memiliki konsep yang cukup sederhana namun
sulit dilaksanakan. Pengaruh penggunaan metode LIFO terhadap penentuan laba
bersih usaha, jika harga cenderung naik maka laba perusahaan terlalu kecil atau
sebaliknya.
Metode LIFO secara sistem fisik ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang masuk pada awal periode bila saldo fisik ternyata lebih besar dari barang yang masuk pada awal periode maka diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk berikutnya. Sedangkan dengan sistem perpetual, setiap kali ada transaksi baik pembelian maupun penjualan dicatat dalam kartu persediaan.
Metode LIFO secara sistem fisik ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang masuk pada awal periode bila saldo fisik ternyata lebih besar dari barang yang masuk pada awal periode maka diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk berikutnya. Sedangkan dengan sistem perpetual, setiap kali ada transaksi baik pembelian maupun penjualan dicatat dalam kartu persediaan.
D.
Pengaruh Metode Arus Biaya Terhadap Laporan
Laba/Rugi
Penggunaan
metode-metode arus biaya persediaan di atas berpengaruh terhadap penentuan
harga pokok barang yang tersedia dijual dan jumlah persediaan akhir. Dalam
periode di mana terdapat kenaikan harga, metode FIFO menghasilkan laba bersih
yang lebih besar. Hal ini terjadi karena biaya-biaya yang dicocokkan dengan
pendapatan merupakan biaya unit yang lebih rendah dari unit yang pertama kali
dibeli. Untuk manajemen, laba yang lebih tinggi merupakan sebuah keuntungan.
Ini terjadi karena pihak eksternal melihat perusahaan lebih menguntungkan.
Selain itu jika bonus manajemen berdasarkan pada laba bersih, maka FIFO akan
memberikan dasar untuk bonus yang lebih tinggi.
Menggunakan
metode rata-rata tertimbang menghasilkan laba yang lebih rendah dari metode
FIFO akan tetapi lebih tinggi dari metode LIFO. Hal ini terjadi karena
biaya-biaya yang dicocokkan dengan pendapatan merupakan biaya unit rata-rata
yang mengkombinasikan biaya tinggi dan rendah dan menghasilkan biaya rata-rata.
Sedangkan menggunakan metode LIFO
dalam keadaan kenaikan harga menyebabkan perusahaan menghindari untuk
melaporkan laba di atas kertas atau laba bayangan sebagai keuntungan ekonomis.
Berdasarkan pengaruh penggunaan
metode arus biaya terhadap laba yang diperoleh perusahaan, maka menggunakan
metode FIFO pada saat terjadinya kenaikan harga menghasilkan keuntungan fiktif.
Hal ini terjadi karena laba yang dilaporkan dengan menggunakan metode FIFO
adalah merupakan penjumlahan dari dua komponen laba yaitu laba ekonomi
(economic profit) dan laba kepemilikan (holding gain).
Laba ekonomi adalah mengaitkan
jumlah yang terjual dikalikan dengan selisih antara harga jual dan biaya
penggantian persediaan. Sedangkan laba kepemilikan merupakan kenaikan pada
biaya penggantian karena persediaan telah diperoleh dan sama dengan jumlah unit
terjual dikali dengan selisih biaya penggantian terkini dengan biaya perolehan
awal.
E.
Pengaruh Asumsi Pemilihan Metode Akuntansi
Persediaan Terhadap Laporan Keuangan.
Cost
Flow
|
Neraca
|
Rugi/Laba
|
FIFO
|
Menggambarkan nilai yang mendekati
harga pasar (harga yang bisa direalisir)
|
Menggambarkan harga pokok penjualan
yang tidak sebanding dengan harga pasar. Dalam hal ini laba dinilai terlalu
besar
|
LIFO
|
Menggambarkan nilai persediaan
yang terlalu kecil
|
Menggambarkan harga pokok
penjualan yang mendekati harga pasar. Dalam hal ini laba dinilai wajar
|
Average
|
Menggambarkan nilai persediaan
yang terlalu kecil tetapi lebih besar daripada LIFO
|
Menggambarkan harga pokok
penjualan yang mendekati harga pasar, tetapi lebih kecil daripada LIFO. Dalam
hal ini laba dinilai lebih besar daripada LIFO, tetapi lebih kecil dari FIFO
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Metode yang digunakan
dalam perusahaan dalam penilaian persediaan sebaiknya menggunakan
metode FIFO dan metode pencatatan yang dilakukan perusahaan
adalah metode PERPETUAL. Kami sebagai penulis menilai bahwa dalam
metode FIFO harga pokok persediaan akan dibebankan sesuai urutan terjadinya transaksi sehingga
memudahkan kita untuk mengetahui dan mengecek laporan keungan selain itu laba
yang dihasilkan akan lebih besar dan nilai persediaan dinilai menurut harga pokok
sekarang sehingga disaat harga
barang cenderung naik turun, nilai persediaan akhir akan tetap konsisten
seperti awal dan tidak ada kemungkinan terjadinya manipulasi. Selain itu juga
memperkecil biaya pemeliharaan gudang, produk tidak cepat rusak dan barang yang lebih dahulu masuk lebih
dahulu keluar.
Penggunaan metode FIFO
pada masa inflasi akan menghasilkan laba bersih yang tinggi. Namun ada yang
berpendapat bahwa pemakaian metode FIFO di masa inflasi akan menghasilakan laba
semu. Oleh karena itu, penggunaan metode LIFO lebih dianjurkan.
Perhitungan laba
bersih dengan metode LIFO akan menghasilkan pajak penghasilan yang lebih rendah
bila dibandingkan dengan metode FIFO maupun metode rata-rata. Hal tersebut
disebabkan karena pada penggunaan metode LIFO laba yang dihasilkan lebih kecil
dibandingkan metode FIFO.
3.2 Saran
Agar lebih baik dari penelitian ini, maka peneliti
selanjutnya diharapkan: periode penelitian lebih dari 5 tahun sehingga hasil
yang didapat nanti akan lebih signifikan, sebab periode yang panjang akan
menjelaskan variabilitas data yang sesungguhnya dan memperluas lingkup
pengambilan data dengan memasukkan data primer baik secara langsung ataupun
melalui penyebaran kuisioner dengan tujuan untuk menggali faktor-faktor non
keuangan yang mempengaruhi pemilihan metode akuntansi persediaan dan
membandingkannya dengan hasil penelitian.
Selain
itu penelitian tentang metode akuntansi persediaan akan lebih baik jika
dilakukan hanya pada masa perubahan harga saja. Hal ini agar didapat data
perbedaan atau pengaruh yang jelas atas perbedaan metode persediaan. Dan
variabel atau proksi variabel yang diteliti sebaiknya dikombinasikan jangan
hanya karakteristik perusahaan untuk tujuan meminimalisasi pajak, tetapi lebih
baik dikombinasikan dengan variabel lain yang berlatar belakang teori agensi
misalnya bonus dan struktur modal perusahaan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
kak, yang lengkap ada gak ya ?
BalasHapusYang lengkapnya gk di upload
BalasHapus