TEORI ESTMASI - STATISTIK 2
TUGAS
INDIVIDU
TEORI
ESTIMASI
(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Statistik II. )

Dosen
Pembimbing : MOH. IMRAN S.SI, MT
Disusun
Oleh :
EKO
HIDAYAT
2013122590
FAKULTAS
EKONOMI
PROGRAM
STUDI AKUNTANSI STRATA-1
UNIVERSITAS
PAMULANG
2015
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama
nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga Penyusun dapat menyelesaikan tugas
mandiri tepat pada waktunya. Kemudian shalawat beserta salam kita
sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman
hidup yakni Al-Qur’an dan Sunnah untuk keselamatan umat di dunia. Penyusun
akhirnya dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul :
“TEORI ESTIMASI”.
Tujuan tugas mandiri ini diajukan
untuk memenuhi tugas
mata kulaih Statistik II
di Program Studi Akuntansi Strata Satu Fakultas Ekonomi pada Universitas
Pamulang.
Penyusun menghadapi banyak hambatan dalam menyelesaikan tugas
kelompok ini, tapi dengan semangat dan keingininan yang kuat serta mendapatkan
bimbingan dari berbagai pihak sehingga Penyusun dapat menyelesaikan tugas
mandiri ini dengan baik. Oleh karena itu Penyusun mengucapkan terimakasih
kepada :
§ Bapak Moh. Imran S.Si, MT selaku Dosen Mata Kuliah Statistik II,
§ Orang tua yang selalu memberikan do’a dan motivasi,
§ Teman-teman seperjuangan kelas 04SAKEL yang sedang menyelesaikan
tugas bersama,
§ Segenap pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Penyusun
menyimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan dalam Penyusunan tugas mandiri ini,
maka dari itu Penyusun mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari
Pembaca guna kesempurnaan tugas mandiri ini. Semoga tugas mandiri ini
bermanfaat bagi Penyusun dan Pembaca pada umumnya.
Pamulang, April 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
|
………………………………………………
|
i
|
KATA
PENGANTAR
|
………………………………………………
|
ii
|
DAFTAR
ISI
|
………………………………………………
|
iii
|
BAB I.
PENDAHULUAN
|
||
1.1. Latar Belakang Masalah
|
………………………………………………
|
1
|
1.2. Tujuan Penulisan
|
………………………………………………
|
3
|
1.3. Rumusan Masalah
|
………………………………………………
|
3
|
1.4. Sistematika Penulisan
|
………………………………………………
|
3
|
BAB II.
PEMBAHASAN
|
||
2.1. Penaksiran
|
………………………………………………
|
5
|
2.2. Menaksir Rata-rata
|
………………………………………………
|
5
|
2.3. Menaksir Selisih Rata-rata
|
………………………………………………
|
7
|
2.4. Menaksir Proporsi
|
………………………………………………
|
8
|
2.5. Menaksir Selisih Proporsi
|
……………………………………………
|
9
|
2.5. menentukan Sample
|
……………………………………………
|
10
|
BAB III.
PENUTUP
|
||
3.1. Kesimpulan
|
………………………………………………
|
12
|
3.2. Saran
|
………………………………………………
|
12
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Penggunaan statistik sudah dikenal sebelum abad
18, pada saat itu Negara-negara babilon, Mesir dan Roma mengeluarkan catatan
tentang nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan dan jumlah anggota keluarga.
Kemudian pada tahun 1500, pemerintah Inggris mengeluarkan catatan mingguan
tentang kematian. Baru pada tahun 1772-1791, G.Achenwall menggunakan istilah
statistika sebagai kumpulan data tentang negara. Tahun 1791-1799, DR.E.A.W
Zimmesman emngenalkan kata statistika dalam bukunya Statistical Account of
Scotland. Pada tahun 1918-1935, R. Fisher mengenalkan analisa varians dalam
literature statistiknya.
Hampir dalam tiap bidang baik pemerintahan, pendidikan, perekonomian, perindustrian, atau lainnya akan menghadapi persoalan yang diantaranya dinyatakan dengan angka-angka. Kumpulan angka-angka ini biasanya disusun dalam tabel atau daftar disertai diagram atau grafik. Kumpulan angka-angka mengenai suatu masalah yang dapat memberi gambaran mengenai masalah tersebut dinamakan statistik, seperti statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik pendidikan dan lain-lain. Statistik juga diartikan sebagai ukuran yang dihitung dari sekumpulan data dan merupakan wakil dari data itu.
Hampir dalam tiap bidang baik pemerintahan, pendidikan, perekonomian, perindustrian, atau lainnya akan menghadapi persoalan yang diantaranya dinyatakan dengan angka-angka. Kumpulan angka-angka ini biasanya disusun dalam tabel atau daftar disertai diagram atau grafik. Kumpulan angka-angka mengenai suatu masalah yang dapat memberi gambaran mengenai masalah tersebut dinamakan statistik, seperti statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik pendidikan dan lain-lain. Statistik juga diartikan sebagai ukuran yang dihitung dari sekumpulan data dan merupakan wakil dari data itu.
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan
dengan cara-cara pengumpulan bahan-bahan atau keterangan, pengolahan serta
penganalisisan, penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang beralasan
berdasarkan penganalisisan yang dilakukan. Bagian statistika yang berhubungan
dengan pembuatan kesimpulan mengenai populasi dinamakan statistika induktif,
sedang bagian yang lainnya dinamakan statistika deskriptif.
Menurut sifatnya data dibedakan menjadi :
Menurut sifatnya data dibedakan menjadi :
1)
Data
Kualitatif : data yang berbentuk kategori atau atribut.
2)
Data
Kuantitatif : data yang berbentuk bilangan, data ini dibagi lagi menjadi dua
yaitu data diskrit yang merupakan data hasil membilang dan data kontinu yang
merupakan data hasil mengukur.
Populasi sering diartikan kesatuan persoalan
secara menyeluruh yang sudah ditentukan batasnya secara. Sedangkan sampel
adalah sebagian yang diambil dari populasi yang dianggap mewakili populasi atau
karakteristiknya dianggap mewakili populasi. Cara pengambilan sampel dari
populasi dilakukan dengan teknik-teknik sampling yang sah. Melalui
sampel yang diambil dari populasi kita berusaha membuat kesimpulan tentang
populasi yang bersangkutan. Caranya adalah dengan melakukan percobaan atau
penelitian terhadap sampel sehingga diperoleh rata-rata sampel (besaran
statistik) lalu dari rata-rata sampel kita tarik kesimpulan tentang rata-rata
populasi (besaran parameter). Kesimpulan demikian mungkin dapat membentuk
pendugaan satu atau beberapa parameter atau mungkin juga berhubungan dengan
persoalan menerima atau menolak suatu hipotesis.
Cara
pengambilan kesimpulan yang dibahas pada bagian ini adalah cara-cara menaksir
harga parameter, yaitu rata-rata dan proporsi (persen).
Penaksiran
parameter dapat dinyatakan dalam 2 cara:
1) Penaksiran
Titik
Suatu nilai tunggal yang digunakan
untuk menyatakan taksiran parameter
Contoh: penaksiran upah rata-rata
perjam pada sebuah perusahaan adalah Rp. 15.000,-
2) Penaksiran
Interval
Suatu daerah tertentu dimana bisa
diharapkan taksiran parameter itu berada
Contoh: penaksiran upah rata-rata
perjam pada sebuah perusahaan adalah Rp. 10.000,- sampai Rp. 20.000,-
Makin
besar selang interval taksiran, maka derajat kepercayaan yang diperoleh makin
tinggi akan tetapi hasilnya kurang bisa menduga nilai yang sebenarnya. Dalam
prakteknya, harus dicari interval taksiran yang sempit dengan derajat
kepercayaan yang tinggi. Derajat kepercayaan menaksir disebut koefisien
kepercayaan dan merupakan pernyataan dalam bentuk peluang.
Koefisien
kepercayaan dinyatakan dengan g (gamma) dan dinyatakan dalam bentuk :
0 < g < 1
Misalnya
kita menduga bahwa tinggi rata-rata mahasiswa di Indonesia adalah antara 150 cm
dan 175 cm dengan derajat kepercayaan 0,95. Artinya kita yakin sebesar 95 %
bahwa tinggi rata-rata mahasiswa di Indonesia adalah 150 sampai 175 cm dengan tingkat kesalahan 5 %.
1.2.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.2.1.
Tujuan
Penelitian
a)
Agar kita
sebagai Mahasiswa dapat mengaplikasikan kegunaan Teori Estimasi dalam
pengolahan data
b)
Untuk
mengalanisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berpengarauh Terhadap
Laporan keuangan
1.2.2.
Kegunaan Penelitian
a) Kegunaan
Penelitian Bagi Penulis
§ Untuk
memenuhi tugas mata
kuliah Statistik II.
§ Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dalam bidang Statistik.
§ Untuk
membandingkan teori yang pernah Penulis dapatkan selama perkuliahan dengan
kondisi sesungguhnya yang ada di lapangan.
b) Kegunaan
Penelitian Bagi Perguruan Tinggi Universitas Pamulang
§ Sebagai
masukan yang bermanfaat bagi semua civitas akademik, khusunya rekan mahasiswa
dalam meningkatkan pembendaharaan ilmu pengethuan yang berkaitan dengan Teori
Estimasi.
§ Untuk
memperluas wawasan berfikir dalam mengenbangkan ilmu pengetahuan, dengan data
yang diperoleh Penulis.
1.3.
Rumusan Masalah
1.3.1. Bagaimanakah
cara menaksir selisih rata-rata?
1.3.2. Bagaimanakah
cara menaksir selisih proporsi ?
1.3.3. Bagaimanakah
menaksir ukuran sample ?
1.4.
Sistematika penulisan
Dalam penyusunan proposal penelitan ini terdiri dari hal – hal yang saling berkaitan antara BAB I sampai dengan BAB III yang memuat beberapa isi sebagai berikut:
BAB
I Pendahuluan
Membahas
tentang latar belakang masalah, Rumusan masalah, tujuan penulisan
dan sistematika penulisan
BAB
II Pembahasan
Membahas tentang penaksiran selisih
rata-rata, penaksiran selisih proporsi, dan menaksir ukuran sample.
BAB
III Kesimpulan dan Saran
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Penaksiran.
Parameter
populasi diberi simbol q (theta). q bisa merupakan
rata-rata m,
simpangan baku s, proporsi p
dan lain-lain. Penaksir harga q dilambangkan dengan
(theta topi). Hal yang sangan diinginkan
adalah nilai penaksir sama dengan nilai yang ditaksir atau
=
q.
Kenyataan yang bisa terjadi adalah:
a. Menaksir
q
oleh
terlalu tinggi
b. Menaksir
q
oleh
terlalu rendah
Kriteria untuk memperoleh penaksir
yang baik:
a. Penaksir
tak biasa
Jika
rata-rata semua harga
yang mungkin sama dengan q
e (
)
= q
b. Penaksir
bervarians minimum
Penaksir
dengan varians terkecil dari semua penaksir untuk parameter yang sama
c. Penaksir Konsisten
Jika
ukuran sampel makin besar dan mendekati ukuran populasi, maka
mendekati q.
disebut penaksir konsisten
d. Penaksir
terbaik adalah penaksir yang tak bias dan bervarians minimum
2.2. Menaksir Rata-rata
Misalkan kita punya populasi
berukuran N dengan rata-rata m dan simpangan baku s.
Dari populasi ini parameter rata-rata m akan ditaksir.
Untuk itu diambil sebuah sampel acak berukuran n, lalu dihitung nilai statistik
yang perlu, yaitu
dan s. Dari
bisa ditaksir rata-rata m.
a. Simpangan
baku diketahui dan populasi berdistribusi normal
- Simpangan baku s
tidak diketahui dan populasi berdistribusi normal
- Simpangan baku s
tidak diketahui dan populasi tidak berdistribusi normal
Untuk itu digunakan rumus:
batas bawah batas
atas
dengan g
= koefisien kepercayaan, tp = nilai t didapat dari daftar distribusi
student dengan
p = 1/2 (1 + g)
dan dk = (n – 1)
Contoh:
Sebuah sampel acak terdiri dari 100 mahasiswa telah
diambil dari Universitas Pamulang lalu nilai IQ-nya dicatat, didapat
=
112 dan s
= 10
a) IQ
rata-rata mahasiswa Universitas Mercu Buana = 112 (titik taksiran)
b) Kita
ingin mengetahui interval taksiran IQ rata-rata dengan koefisien kepercayaan
0,95. Untuk p = 0,975 dan dk = 99 dengan interpolasi dari daftar didapat tp
= 1,987, maka:
112
- 1,987 .
<
m <
112 + 1,987 . 
atau 110,0
< m <
114,0
Dikatakan:
kita yakin sebesar 95 % bahwa IQ rata-rata mahasiswa antara 110,0 – 114,0
Makin besar koefisien kepercayaan makin lebar jarak
interval kepercayaan dan sebaliknya.
2.3.
Menaksir Selisih Rata-rata
Misalkan
kita punya dua populasi yang keduanya berdistribusi normal
Populasi
|
N1
|
N2
|
Rata-rata dan simpangan baku
|
m1 s1
|
m2 s2
|
Sampel
|
n1
|
n2
|
Rata-rata dan simpangan baku
|
Akan
ditaksir selisih rata-rata dari kedua populasi (m1 - m2)
Ada
beberapa kemungkinan yang mungkin bisa terjadi, yaitu :
a.
s1 = s2
= s dan harganya diketahui b. s1 = s2
= s dan harganya tak diketahui
c.
s1 ¹ s2
d.
Observasi berpasangan
Dalam
hal s1 = s2
= s dan harganya tak diketahui, pertama-tama dari
sampel-sampel ditentukan varians gabungannya melalui:
Interval
kepercayaannya (m1 - m2)
ditentukan dengan:

dengan
tp diperoleh dari daftar, p =
½ (1 + g)
dan dk = (n1 + n2 – 2)
Contoh:
Ada
dua cara pengukuran untuk mengukur kelembaban suatu zat. Cara I dilakukan 50
kali yang menghasilkan
1
= 60,2 dan
=
24,7. Cara II dilakukan 60 kali dengan
2
= 70,4 dan
=
37,2.. Tentukan interval kepercayaan 95 % mengenai perbedaan rata-rata
pengukuran tersebut.
Jika
dianggap hasil kedua cara pengukuran berdistribusi normal, maka varians
gabungan:
=
dengan
p = 0,975 dan dk = 108, didapat t =1,984
(70,4 – 60,2) – (1,984) (1,08) < m1 - m2 <
(70,4 – 60,2) + (1,984) (1,08)
8,06 < m1 - m2 <
12,34
95
% percaya bahwa selisih rata-rata pengukuran kedua cara itu ada dalam interval
yang dibatasi oleh 8,06 dan 12,34.
2.4.
Menaksir Proporsi.
Pada
populasi berukuran N terdapat proporsi p untuk peristiwa
A. Ambil sampel acak berukuran n dan terdapat x peristiwa A sehingga proporsi
sampel untuk peristiwa A = x/n. Jadi titik taksiran untuk p
adalah x/n.
Untuk
menentukan interval kepercayaan p, dapat
digunakan rumus:
p -
<
p <
p +

dengan
p = x/n dan q = 1 – p sedangkan
adalah bilangan z yang didapat dari daftar
normal baku untuk peluang 
Contoh:
Kita
ingin menaksir ada berapa persen anggota masyarakat yang berumur di atas 15
tahun yang termasuk golongan kaya raya. Untuk ini sebuah sampel acak berukuran
n = 1200 diambil yang menghasilkan 504 golongan kaya raya.
Persentase
golongan kaya raya dalam sampel =
x 100
% =
42 %
Titik
taksiran adalah 42 %.
dengan
p = 0,42 q = 0,58 dan z0,475 = 1,96, maka:
0,42 – 1,96
<
p <
0,42 + 1,96 
atau: 0,39 < p <
0,45
Kita
yakin sebesar 95 % bahwa persentase anggota masyarakat yang kaya raya akan ada
dalam interval 39 % dan 45 %.
2.5.
Menaksir Selisih Proporsi
Misalkan
kita punya dua populasi binom
Populasi
|
N1
|
N2
|
Parameter
untuk peristiwa
|
p1
|
p2
|
Sampel
|
n1
|
n2
|
Proporsi
untuk peristiwa
|
p1
=
|
p2
=
|
Akan
ditentukan interval taksiran untuk (p1 - p2).
Untuk ini digunakan pendekatan distribusi normal asalkan n1 dan n2
cukup besar.
(p1
- p2) -
< p1
- p2 <
(p1 - p2) + 
< p1
- p2 <
(p1 - p2) + 
dengan q1
= 1 – p1 , q2 = 1
– p2 dan
didapat dari daftar normal baku dengan peluang
.
Contoh:
2
sampel acak yang satu terdiri dari 500 pemudi dan satu lagi 700 pemuda yang
mengunjungi sebuah pameran telah diambil. Ternyata bahwa 325 pemudi dan 400
pemuda menyenangi pameran itu. Tentukanlah interval kepercayaan 95 % untuk
perbedaan persentase pemuda dan pemudi yang mengunjungi pameran dan
menyenanginya.
Persentase
pemudi yang menyenangi pameran = p1 =
x
100 % =
65 %
Persentase
pemuda yang menyenangi pameran = p2 =
x
100 % =
57 %
q1
= 35 % dan q2 = 43 %; n1 = 500 dan n2 = 700 serta z 0,475
= 1,96
=
Sehingga
diperoleh:
0,65 – 0,57 – (1,96) (0,0284) < p1
- p2 <
0,65 – 0,57 + (1,96) (0,0284)
atau:
0,024 < p1
- p2 <
0,136
Jadi
95 % yakin bahwa perbedaan persentase pemudi dan pemuda yang mengunjungi
pameran dan menyenanginya akan ada dalam interval yang dibatasi oleh 2,4 % dan
13,6 %
2.6.
Menentukan Sample
Berapa ukuran sampel yang
diperlukan untuk melakukan suatu penelitian? Khusus untuk teori estimasi
(menaksir), ukuran sampel dapat ditentukan antara lain berdasarkan kepada:
a. Apa
yang ditaksir
b.
Berapa besar perbedaan yang masih mau
diterima antara yang ditaksir dan penaksir?
c.
Berapa derajat kepercayaan atau
koefisien kepercayaan yang diinginkan dalam melakukan penaksiran?
d. Berapa
lebar interval kepercayaan yang mau diterima?
Ketika menaksir parameter q oleh
, perbedaan antara q dan
ialah b =½q -
½.
Makin kecil beda b makin baik penaksiran. Ketika menaksir rata-rata m oleh statistik
, maka beda b = ½m -
½.
Untuk koefisien kepercayaan g
dan populasi berdistribusi normal dengan simpangan baku s diketahui, maka
ukuran sampel n ditentukan oleh:
n > 

Contoh 1:
Untuk menaksir rata-rata waktu yang
diperlukan oleh setiap mahasiswa dalam menyelesaikan sebuah soal tertentu,
diperlukan sebuah sampel. Ketika menaksir rata-rata tersebut, dikehendaki
derajat kepercayaan 99 % dengan beda yang lebih kecil dari 0,05 menit. Jika
diketahui simpangan baku waktu yang diperlukan = 0,5 menit, berapa mahasiswa
yang perlu diambil untuk sampel tersebut?
Dengan s
= 0,5 menit, b = 0,05 menit dan z0,495
= 2,58 maka didapat:
n >
=
665,64
=
665,64
Jadi paling sedikit diperlukan 666
orang mahasiswa untuk dijadikan sampel
Jika yang ditaksir itu proporsi p
oleh statistik p = x/n, maka beda yang terjadi besarnya b = ½p
- p½.
Ukuran sampel dapat ditentukan dengan :
n >
p
(1 - p)


Karena varians jarang diketahui,
maka nilai p
(1 - p)
= 0,25
Contoh 2 :
Jika untuk contoh
diatas, dari pengalaman diketahui ada 12% anak bercita-cita ingin menjadi guru,
tentukan berapa ukuran sampel skarang?
Penyelesaian :
Ke dalam rumus di atas kita subtitusikan π = 0,12 dan (1 – π) = 0,88, b = 0,02 dari z = 1,96. Didapat hasil ;
Ke dalam rumus di atas kita subtitusikan π = 0,12 dan (1 – π) = 0,88, b = 0,02 dari z = 1,96. Didapat hasil ;
n > (0,12) (0,88)
(1,96/0,02)^2= 1.014, 18
Paling sedikit sampel
iu terdiri dari 1.015 anak
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Estimasi
merupakan kegiatan penarikan kesimpulan statistik yang berawal dari hal-hal
yang bersifat umum ke hal – hal yang bersifat khusus, agar penarikan kesimpulan
dapat dibenarkan dan mampu mendekati kebenaran maka dibutuhkan suatu alat untuk
memproses data secara benar, jika kegiatan estimasi dapat dilakukan secara
benar maka semua keputusan yang berkaitan dengan estimasi dapat dilakukan juga
dengan benar dan dapat untuk mengatasi segala persoalan statistik.
3.2.Saran
Semoga dengan pembuatan makalah ini
dapat dipergunakan di kehidupan sehari-hari sebagai acuan dalam
pembelajaran statistik.
Lumayan kaga ngerti....
BalasHapusLumayan gk ngerti...
BalasHapusLumayan kaga ngerti....
BalasHapushahah, makanya belajar yang bener :D
Hapus